RAKYATPANTURA. COM – Minggu malam di Pamekasan berubah menjadi panggung pesta bagi Persib.
Dalam laga yang menghidupkan kembali intensitas dan atmosfer sepak bola Indonesia, Maung Bandung melumat Madura United 4-1 pada pekan ke-14 Super League 2025/26.
Bukan hanya skor besar yang mencuri perhatian, tetapi juga cerita di baliknya, dari gol perdana Thom Haye.
Baca Juga:Finishing Buruk Jadi Penyebab Kekalahan Timnas Indonesia U-23 dari Mali 0-3Dua Gol Adam Alis Selamatkan Persib dari Kekalahan, Maung Bandung Comeback Kalahkan Selangor FC 3-2
Serangan bertubi-tubi Persib, drama penalti, hingga upaya tuan rumah yang terus melawan sampai detik terakhir.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, 30 November 2025 itu, meninggalkan jejak penting dalam perjalanan Persib musim ini.
Tambahan tiga poin mengangkat posisi mereka ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan 25 poin.
Mereka kini berada tepat di belakang Persija Jakarta (29 poin) dan masih memburu Borneo FC yang nyaman di puncak klasemen dengan 33 poin.
Namun lebih dari sekadar angka, pertandingan ini menunjukkan satu hal: Persib sedang menemukan ritme terbaiknya.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib langsung mengambil alih kendali permainan. Tidak ada pendekatan hati-hati, tidak ada adaptasi berkepanjangan.
Maung Bandung seolah sudah tahu apa yang mesti dilakukan: menekan, menguasai bola, dan menebar ancaman.
Baca Juga:Andrew Jung Jadi Penentu Kemenangan Persib Bandung atas Bali United 1-0Fakta Sumber Air Aqua di Subang: Dedi Mulyadi Ungkap Airnya Bukan dari Pegunungan
Di menit 26, dominasi itu terbayar. Luciano Guaycochea, gelandang yang terkenal berani mengambil risiko, membuka skor dengan tembakan presisi yang tak mampu dibendung kiper Madura United, Miswar.
Gol ini mengubah ritme pertandingan. Madura United yang semula mencoba membangun serangan melalui sektor sayap mulai kehilangan keseimbangan.
Persib, dengan kepercayaan diri tinggi, membaca celah demi celah. Menit 39 menjadi puncak kecil pertama bagi Persib.
Federico Barba, bek tegap yang sering naik membantu serangan, berhasil mencetak gol kedua.
Gol ini lahir dari situasi bola mati yang menjadi salah satu senjata mematikan Persib musim ini.
Bola hasil eksekusi matang melambung tepat ke jalur Barba yang tanpa ragu mengarahkan sundulan keras ke gawang. 2-0, dan stadion sempat terdiam.
Barba tidak merayakan golnya dengan selebrasi berlebihan, hanya kepalan tangan yang diarahkan pada rekan setim, seperti memberi kode bahwa pekerjaan belum selesai.
Meski unggul dua gol di babak pertama, pelatih Persib tidak ingin mengambil risiko.
